Hiburan Ringan
GEDUBRAK!..
Damn!, mereka ribut sekali.
Aku berada disini, persis di sebelah kamarnya. Sepertinya mereka tidak hiraukan. Suara-suara itu sangat mengganggu dan membuatku pusing. Tak hanya gedubrakan, ada suara-suara lain juga. Laki-laki yang terdengar seperti melenguh dan perempuan yang merintih-rintih tidak jelas.
GEDUBRAK!..
Ini malam bulan ramadhan. Mestinya aku tarawih, tapi kepalaku mendadak migren. Pusing berat!, terpaksa tarawihnya absen. Kuputuskan untuk menenangkan pikiran dengan membuka facebook dan berharap pusing ini segera hilang. Tapi bagaimana aku bisa tenang?. Penghuni sebelah kamarku bercinta seperti kesetanan dengan sangat ributnya. Semua setan dibelenggu selama ramadhan?, mungkin ada satu setan yang lolos lalu merasuki mereka berdua. Argh!, menyebalkan dan menyedihkan sekali. Entahlah, aku benar-benar terganggu suara ribut atau hanya cemburu karena migren dan sendirian.
GEDUBRAK!..
Shit!, tak bisakah mereka menurunkan tempo permainannya agar tidak ribut seperti ini?.
GEDUBRAK!.. GEDUBRAK!..
OH YES!..OH NO!.. OH GOD!..
Cukup sudah, kepalaku semakin pusing mendengarnya. Kuputuskan untuk mendatangi mereka.
TOK..TOK..TOK, tiga ketukan cukup?
“Ya sebentar!”, terdengar jawaban dari dalam kamar. Bagus, rupanya mereka masih mendengarku.
“Ada apa?”, laki-laki botak gaul itu membuka pintu sepuluh detik kemudian, hanya mengenakan sarung. Si perempuan yang masih diatas tempat tidur dan hanya berbalut selimut tersenyum sambil melambaikan tangannya kepadaku. “Hai cakep..”, katanya pelan dan menggoda. Kepalaku bertambah pusing melihat mereka.
DOR!..
DOR!..
Dua tembakan kulepaskan, semuanya tepat sasaran. Si botak gaul didepanku seketika ambruk. Si perempuan terkulai tak bernyawa dengan kepala berlubang dan terus mengeluarkan darah. Sahabatku dan pacarnya, – perempuan seksi yang sangat kucintai itu. Mereka akhirnya mati ditanganku. Sudah?, silakan melanjutkan acara bercintanya di neraka. Tapi jangan ribut!. Paham?. Sip.
***
Filed under: Cerita | Leave a Comment
KLIK
Aku jatuh cinta, tuk kesekian kali
Baru kali ini kurasakan, cinta sesungguhnya
Tak seperti dulu
Kali ini ada pengorbanan
…
“Hey bodoh!”
“Siapa yang kau panggil bodoh?”
“Kamu!”
“Argh!”
“Kamu mendengarkan lagu ini berulang-ulang.”
“Memangnya kenapa?”
“Aku bosan, masa hanya ada satu lagu di playlist.”
“Terserah aku dong.”
“Kalau begitu aku ngambek.”
“Ngambek bagaimana?”
“Nggak mau mutar lagu ini lagi.”
“Error?”
“Begitulah.”
“Aku reinstall.”
“Aku ngambek terus.”
“Oh, error permanen?.”
“Bukan.”
“Lalu?”
“Ngambek permanen.”
“Aku install pemutar musik yang lain.”
“Mana bisa?”
“Lho kenapa?”
“Mereka teman-temanku. Kami pasti kompak.”
“Maksudmu?”
“Akan kukatakan kalau kau suka memutar satu lagu berulang-ulang.”
“Lalu mereka juga akan bosan dan error?”
“So pasti.”
“Kau menyebalkan.”
“Biarin. Hehehe..”
“Apa pedulimu dengan lagu yang aku dengar?”
“Aku cuma nggak mau bikin kamu sedih.”
“Aku?. Sedih?. Kenapa?”
“Kamu sedih, karena kamu sendirian.”
“Siapa bilang?. Aku senang, sendirian itu keren.”
“Maksudmu sendirian itu cool?”
“Ya.”
“Sendirian itu dingin?”
“Damn!”
“Sudahlah, jangan lagu mellow dan patah hati terus. Ganti!”
“Ini bukan lagu patah hati!”
“Hehehe.”
“Maumu lagu seperti apa?”
“Yang gahar!. Kamu kan cowok.”
“Yang seperti apa?”
“Yang vokalisnya teriak-teriak.”
“Hmm..”
“Yang meraung-raung seperti iblis kelaparan.”
“Hmm..”
“Nah, itu semua lagu bagus. Keren!”
“Tapi aku sedang tidak bisa menikmati lagu seperti itu.”
“Kenapa?. Nah kan, kamu pasti lagi sedih karena patah hati.”
“Sudah kubilang tidak!. Dasar perangkat lunak dodol!”
“Ah, jangan bohong.”
“Aku jujur.”
“Bagaimana aku percaya?”
“Aku sedang puasa, tidak boleh berbohong.”
“Lalu lagu apa itu yang kau dengar?”
“Lagu cinta.”
“Nah kan?. Pasti nanti ujung-ujungnya patah hati.”
“Kamu benar-benar menyebalkan dan sok tahu!.”
“Bukan lagu patah hati?. Lalu?”
“Ini lagu tentang jatuh cinta.”
“Apa bagusnya?”
“Cinta bukan sekedar kata-kata indah, cinta bukan sekedar buaian belaian peraduan.”
“Apalagi?”
“Ini lagu yang mengiringi lamunanku tentang dia.”
“Siapa?”
“Rahasia.”
“Cuma melamunkannya?. Oh, aku tahu.”
“Apa?”
“Pasti kamu melamunkan yang tidak-tidak. Hehehe..”
“Diam!.”
“Aduuh, yang sedang jatuh cinta. Cieee.. cieee…”
“Kubilang diaaam!”
“Aku nggak akan diam kalau kamu nggak ganti lagunya.”
“Baik, aku ngalah. Lagu yang bagaimana maumu?”
“Aku boleh pilih sendiri?”
“Silakan.”
KLIK
Apa salahku, apa salah ibuku
Hidupku dirundung pilu
Tak ada yang mau, dan menginginkan aku
Tuk jadi penawar rindu
…
“Bagaimana?, asyik bukan?”
“Aku akan uninstall kamu sekarang juga!!”
“Eh, ampun. Jangan dong.”
“Persetan!”
“Orang puasa mesti sabar. Ampuun.. ampuun.. Aku diam deh.”
“Persetan!”
***
Filed under: Cerita | Leave a Comment
Kisah Paling Menyejukkan
“Jadi kalian ingin belajar mengaji disini?”, tanya kakek-kakek berjanggut itu.
“Ya Ki.”, keduanya mengangguk bersamaan. Dua pemuda itu, yang satu berkacamata. Satunya lagi dengan style cuek ala anak muda jaman sekarang.
“Kenapa?”, kakek itu bertanya lagi.
“Kami bosan dengan pekerjaan kami Ki.”, keduanya menjawab kompak seperti koor. Terdengar hampir menggema di ruang musholla yang tidak terlalu besar itu.
“Baiklah Nak, apa pekerjaanmu sebelum ini?”, tanya kakek itu pada yang berkacamata.
“Saya sutradara film porno Ki.”
“Kenapa?. Tidak adakah pekerjaan lain yang lebih baik?”
“Saya tidak tahu Ki. Kadang saya juga merasa terjebak dengan pekerjaan ini. Saya sebenarnya tidak punya latar belakang pendidikan di film. Saya hanya learning by doing. Awalnya hanya iseng, membuat film porno dengan media HP, lalu dengan handycam, ternyata pasar menyukainya. Lalu saya coba membuatnya dengan kamera profesional, dan pasar makin menyukai. Akhirnya saya terpaksa melanjutkan hobi dan pekerjaan ini sampai sekarang. Saya terjebak Ki.”, jawab yang berkacamata dan mulai berkaca-kaca itu.
Kakek itu tersenyum kecil, lalu bertanya ke pemuda yang satunya.
“Kalau kamu Nak?, eh.. siapa nama kamu?”
“Dedo.”
“Nak Dildo..”
“De-do Ki.”
“Eh maaf. Nak Dedo, apa pekerjaan kamu?”
“Saya penjaga rental DVD Ki.”
“DVD porno?”
“Ennggg, benar Ki.”
“Oh, sutradara film porno dan pengedar DVD porno. Pantas kalian berdua terlihat serasi sekali.”
Dua pemuda itu hanya tersenyum kecut. Kakek-kakek itu lalu menunjuk yang berkacamata, “Nak, kamu seorang sutradara kan?. Buatlah film yang mendidik, bukan film porno kacangan seperti yang biasa kamu buat. Di dunia ini ada banyak sekali tokoh-tokoh besar yang semangat dan jalan hidupnya sangat layak untuk dijadikan inspirasi untuk lahirnya sebuah film. Kebijaksanaan Sayyidina Umar, kesabaran Sayyidina Ali, perjuangan tak kenal lelah dan semangat Jendral Sudirman, itu hanya sebagian kecil contoh. Intinya, buatlah film yang bisa memberikan pencerahan dan pelajaran positif buat para penonton. Siapa tahu beberapa tahun kedepan kamu bisa sehebat dan seterkenal Alan Budikusuma.”
Yang berkacamata tampak bingung, tapi tetap mengangguk, “Baik Ki.”
“Dan kamu Nak Dedo, kamu pintar menulis kan?, sepertinya kamu menguasai penulisan skenario deh. Buktinya kamu mengerti FADE IN/OUT, FLASHBACK, DISSOLVE, CUT TO, dan lain-lain. Gunakan keahlian kamu untuk menulis cerita yang baik-baik saja. Bukan notes gila-gilaan seperti yang biasa kamu tulis. Tulislah cerita yang mengajak orang untuk selalu beramar makruf dan nahi mungkar. Bekerjasama dengan temanmu ini sepertinya juga bukan hal yang buruk. Kamu penulis, dia sutradaranya. Kalian bisa bekerjasama membuat satu film besar. Kalian adalah duet sempurna, tidak kalah dengan duet Dwight Yorke & Thom Yorke. Tapi ingat, buatlah film yang bisa memberikan pencerahan dan pelajaran positif. Misalnya, Laskar Pelangi, kamu bisa mencontoh semangat tak kenal menyerahnya si Ikal. Kamu paham kan maksud saya?”
Dedo juga terlihat bingung, tapi tetap mengangguk, “Paham Ki.”
Ki Sadi, – nama kakek itu tersenyum, lalu melanjutkan bicaranya, “Ini bulan baik Nak, jangan dikotori dengan dendam, apalagi menulis notes yang tidak-tidak. Besok negara tercinta ini akan merayakan kemerdekaannya. Tak lama setelah itu kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Bulan penuh rahmat dan ampunan bagi mereka yang beriman. Bertobatlah, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Tak ada dosa yang tak diampuni, tak ada doa yang tak dikabulkan. Kalian masih muda. Kalian orang pintar dengan otak bersinar. Kalian masih punya banyak waktu untuk memberikan yang terbaik buat agama, nusa, dan bangsa ini.”
Dua pemuda berbeda nasib itu hanya bisa menangis terharu, lalu berpelukan.
***
Filed under: Cerita | Leave a Comment
Ajudan Malaikat
“Hey cantik!.”
“Ya.”
“Apa yang kau tangisi?”
“Bukan urusanmu!”
“Eh, jangan ngomong sembarangan. Kamu nggak tahu siapa aku?”
“Bukan urusanku!”
“Wah, gadis bandel. Kamu nggak lihat logo di t-shirtku ini?”
“Aku nggak peduli!.”
“Wah..wah, kamu memang keterlaluan.”
“Memangnya logo apa itu?”
“Ini logo pemberian Dewa.”
“Maksudnya?”
“Ini identitas. Sebenarnya aku ajudan malaikat yang diturunkan ke bumi.”
“Ajudan malaikat?”
“Yes, ajudan malaikat.”
“Ajudan malaikat kok naik sepeda?.”
“Biar tidak terlalu mencolok dong.”
“Oh, begitu.”
“Yes.”
“Baiklah.”
“Baiklah?. Kamu nggak nanya untuk apa aku diturunkan ke bumi?”
“Cerewet!, memangnya penting?”
“Penting dong.”
“Oke, untuk apa kamu diturunkan?”
“Untuk mencegah orang-orang bunuh diri karena cinta.”
“Kenapa?”
“Malaikat maut terlalu sibuk belakangan ini. Angka kematian dan bunuh diri sedang meningkat.”
“Lalu?”
“Malaikat maut memintaku menghibur mereka yang akan bunuh diri karena cinta.”
“Maksudnya?”
“Mengurangi angka kematian!. Malaikat maut terlalu capek, dia ingin istirahat sejenak. Dia bosan mencabut nyawa kesana kemari. Setidaknya mengurangi angka kematian karena bunuh diri. Lagian bunuh diri karena cinta juga sangat tidak keren.”
“Oh, begitu.”
“Yes.”
“Lalu apa hubungannya dengan aku?”
“Aku kesini untuk menghiburmu.”
“Kenapa?. Aku baik-baik saja.”
“Yakin?”
“Yakin 100%!, memangnya aku terlihat seperti orang yang mau bunuh diri?”
“Tadi kamu menangis!”
“Siapa bilang?. Aku cuma kelilipan.”
“Tapi ada lagi, status message kamu di facebook!”
“Kenapa dengan facebookku?”
“Seperti gadis patah hati.”
“Oh ya?”
“Itu hari ini. Dua hari yang lalu kamu seperti ABG yang sedang jatuh cinta.”
“Lalu?”
“Kemarin kamu seperti baru jadian.”
“Terus?.”
“Semalam kamu seperti gadis yang bangga setelah direnggut kegadisannya dan bercinta semalaman.”
“Oke, lanjutkan!.”
“Tadi pagi kau menangis meraung-raung.”
“Hah?”
“Status messagemu di facebook, hanya tertulis ‘:(( :(( :((‘ “
“Hahaha..”
“Dan sejam yang lalu kau menulis ‘Siap mengakhiri hidup dengan sebotol racun serangga’. “
“Hahaha..”
“Kamu pikir itu lucu?”
“Bukan lucu, tapi setidaknya aku berhasil.”
“Berhasil apa?.”
“Membuat orang-orang memperhatikanku.”
“Maksudmu?”
“Aku gadis kesepian. Aku jauh dari cinta. Aku menulis semua itu agar terlihat seperti gadis kebanyakan. Yang hidupnya lebih berwarna-warni karena telah menemukan cinta dalam hidup mereka.
“Ooh, jadi kau tidak benar-benar ingin bunuh diri ya?.”
“Yup.”
“Status yang tertulis di facebookmu?, semuanya palsu?”
“Yup.”
“Status cewek-cewek lain juga?”
“Mana aku tahu? Jangan disamakan dong.”
“Begitu ya?.”
“Yup.”
“Oke, baiklah kalau begitu. Terimakasih cantik, aku pergi dulu.”
“Kemana?”
“Ya jalan-jalan lagi. Siapa tahu nanti ketemu gadis lain yang mau bunuh diri beneran.”
***
Filed under: Cerita | Leave a Comment
Perempuan Paling Rumit
“Kamu mencintainya?”
“Ya.”
“Kenapa?”
“Entah.”
“Hmm.. karena dia cantik, unik, dan berbeda?”
“Ya.”
“Seksi?”
“Entah.”
“Tapi dia mencintaimu?”
“Ya.”
“Yakin?”
“Entah.”
“Tapi kalian menjalin hubungan.”
“Ya.”
“Hubungan macam apa?”
“Entah.”
“Aku senang melihatnya.”
“Ya.”
“Sampai kapan dengan hubungan seperti ini?”
“Entah.”
“Hahaha, kamu benar-benar mencintainya ya?”
“Ya.”
“Ingin memilikinya?”
“Entah.”
“Kalian terlihat serasi koq.”
“Ya.”
“Eh, dia pacarmu yang keberapa?”
“Entah.”
“Kamu akan menikahinya?”
“Ya.”
“Kapan?”
“Entah.”
“Menunggu waktu yang tepat?”
“Ya.”
“Nggak akan selesai kalau kamu terus seperti ini.”
“Entah.”
“Berharap dia cinta terakhir?”
“Ya.”
“Bagaimana kalau ternyata dia mengkhianatimu?”
“Entah.”
“Tapi sepertinya nggak mungkin deh.”
“Ya.”
“Hahaha.. lalu bagaimana dengan aku?”
“Entah.”
“Kamu pernah mencintaiku kan?”
“Ya.”
“Hahaha.. kamu nggak berubah. Sudah berapa lama ya kita nggak ngobrol seperti ini?”
“Entah.”
“Sepertinya sudah lama sekali.”
“Ya.”
“Ngomong-ngomong, kamu pacarnya yang keberapa?”
“Entah.”
“Ah, maaf. Itu tidak penting.”
“Ya.”
“Keluarganya tahu tentang ini?”
“Entah.”
“Ah, tapi itu juga tidak penting.”
“Ya.”
“Hahaha.. kalau keluarganya tidak setuju?. Kamu mau mengajaknya kawin lari?”
“Entah.”
“Tapi kalian saling mencintai kan?”
“Ya.”
“Dan yakin bahwa kalian bisa menghadapi semuanya berdua?”
“Entah.”
“Entah?, kamu benar-benar mencintainya nggak sih?”
“Ya.”
“Lalu apa masalahnya?. Kenapa hanya Ya dan Entah?”
“Entah.”
“Ah, kamu nggak jelas.”
“Ya.”
“Aku heran, kenapa dia bisa mencintaimu.”
“Entah.”
“Eh, sekarang dia menuliskan di relationship status facebooknya : It’s Complicated.”
“Ya.”
“Itu artinya hubungan kalian sedang bermasalah?”
“Entah.”‘
“Oke, sekarang habiskan minumanmu. Biar aku yang menyetir, kamu terlalu mabuk.”
“Ya.”
***
Filed under: Cerita | Leave a Comment
Laki-laki Paling Seksi
Ini malam pertamaku.
Pertama kalinya aku resmi jadi milik putri cantik yang oleh tuanku dideskripsikan sebagai ‘cantik, unik, berbeda, dan sangat berkarakter’ ini. Aku diletakkan diatas meja dekat tempat tidurnya. Dalam sebuah aquarium kecil, berisi sedikit pasir putih, dan berair tentu saja. Kamarnya rapi, bersih, dan beraroma wangi lavender. Alangkah menyenangkannya berada disini.
Pandanganku berputar sekeliling. Lho, tapi dimana putri cantik itu sekarang?. Ooh, dia sedang duduk diatas tempat tidurnya, bersama setumpuk boneka yang bermacam-macam warna, rupa, dan bentuknya. Beberapa diantara mereka aku kenal dengan baik. Kucing biru gendut dan tak berkuping itu Doraemon, monster coklat yang mulutnya selalu menganga itu Tazmanian Devil, sepotong busa berwarna kuning menyala dan bertampang bodoh itu Spongebob Squarepants.
Lalu siapa yang lainnya?. Entah, aku tidak tahu dan aku tidak peduli.
Putri cantik itu tampak serius sekali merajut sebuah syal berwarna merah menyala di tangannya. Hmm, merajut. Hobi yang menarik dan langka ditemui pada perempuan jaman sekarang. Sepertinya tuanku belum tahu dengan hobi putri cantik yang ini. Kalau tahu, pasti tuanku akan bertanya, “Kamu sedang merajut apa sayaang?”, lalu putri ini akan menjawabnya “Merajut cintamu sayaang”.
Halah… Guk banget deh kalian.
“Raku!”, teriaknya sambil terus merajut.
Yeah Putri, tentu saja aku disini. Berjalan lambat dan berputar kesana kemari seperti kebingungan. Tapi tenanglah, aku bisa melihat dan mendengarmu. Ada apa?, ada apa?
“Raku, kamu jelek!”, katanya lagi.
Hah, maksudnya apa ya Putri?
“Raku, kamu lucu. Hihihi..”
Lucu?. Hahaha.. Benar kan?. Perempuan punya cara yang berbeda memaknai kata ‘jelek’ dan ‘lucu’. Sampai sekarang aku belum mengerti maksudnya. Ada satu kata lagi sebenarnya, ‘jahat’. Dan kata ini akan jadi lebih misterius lagi saat dijadikan judul film-film amatir yang biasanya dishoot hanya dengan handphone dan lighting seadanya itu. Misalnya ‘papa_jahat.3gp’, ‘kamu_jahat.mp4′, dan masih banyak lagi. Apakah film-film itu juga kebanyakan diproduksi oleh perempuan?. Ah sudahlah, itu tidak penting. Lanjutkan Putri!
“Raku!, apakah dia mencintaiku?”
Tentu saja Putri, dia mencintaimu. Kamu yang teristimewa baginya. Kamu sudah menjadi pilihannya, yang terakhir dalam hidupnya.
“Apakah karena aku cantik?”
Kamu narsis gila deh Putri. Ya benar, kamu cantik. Tapi bukan itu yang membuatnya jatuh cinta. Tuanku berpikir, kalau kamu sekedar cantik, apa bedanya dia dengan laki-laki diluar sana?. Lebih dari itu. Kamu perempuan luar biasa. Ada banyak sekali kata-kata yang bisa menjelaskan itu. Tapi justru itulah masalahnya, terlalu banyak!. Baginya kamu terlalu sempurna. Malangnya, tak ada lagi kata-kata yang sanggup mendeskripsikan dirimu secara sempurna.
“Tapi dia tidak sepenuh hati mencintaiku!”
Aduh.
“Dia lambat dan selalu terlambat. Dia cenderung berjalan di tempat. Padahal aku ingin melihatnya berlari, karena hanya dengan itu dia akan terlihat sebagai laki-laki yang ambisius dan tidak setengah-setengah dalam mengejar mimpi dan cintanya.
Aku ingin melihatnya berjuang, mencapai, mengejar, lalu meraih cintaku disini. Aku ingin melihatnya berteriak. Melihat dia meneriakkan semuanya dan memperdengarkannya ke seisi dunia. Aku ingin semua orang tahu, aku ingin semua orang merasakan yang dia rasa dan dia ungkapkan. Aku ingin dia berteriak menyebut namaku. Aku ingin dia berlari menjemputku, lalu membawa hatiku bersamanya. Bagiku itulah hal paling seksi yang bisa dilihat pada seorang laki-laki”.
Laki-laki terlihat seksi saat berlari mengejar cintanya?. Ah, andai saja tuanku tahu ini.
***
Filed under: Cerita | Leave a Comment
Kura-kura Menjelang Senja
“Bik, tolong saya.”
“Sekarang sudah terlalu sore, kamu kembali besok saja!”
“Nggak bisa Bik, ini penting banget.”
“Eh, jangan panggil saya Bibik!”
“Lha saya harus panggil apa dong?”
“Madam!, diluar kan sudah ada tulisannya.”
“Oke, oke. Tolong saya ya Madam.”
“Anak muda, paling-paling hanya masalah perempuan.”
“Bukan masalah perempuan koq Madam.”
“Lalu?”
“Cinta.”
“Hahaha.”
“Koq ketawa Madam?”
“Kamu sok tahu!”
“Sok tahu bagaimana?”
“Sok tahu tentang percintaan!”
“Memangnya kenapa dengan percintaan saya?”
“Kamu nggak jelas!”
“Maksudnya?”
“Kamu ngeyel tapi nggak jelas!”
“Aduh saya masih nggak paham.”
“Kamu terlalu lama hanya berjalan di tempat dan larut dalam khayalanmu sendiri.”
“Hmm..”
“Kamu merasa sudah melakukan segalanya, padahal belum ngapa-ngapain.”
“Hmm..”
“Sadar nggak kalau selama ini kamu selalu seperti itu?”
“Aduh, saya kan belum cerita apa-apa. Madam main direct attack aja.”
“Tanpa diceritakan pun saya sudah tahu apa masalah kamu sebenarnya.”
*
“Tapi saya mencintai dia Madam.”
“Lho siapa yang bilang kamu nggak cinta dia?”
“Iya juga sih..”
“Sekarang coba kamu ingat-ingat apa saja yang sudah kamu lakukan untuk menunjukkan kalau kamu benar-benar mencintainya.”
“Saya menunggunya ribuan hari.”
“Apalagi?”
“Saya menulis jutaan lagu.”
“Apalagi?”
“Jutaan notes juga.”
“Notes?”
“Iya, notes di facebook. Saya menulis banyak notes tentang dia.”
“Lalu?”
“Saya ngetag namanya.”
“Lalu?”
“Ngetag nama teman-teman saya juga.”
“Siapa saja mereka?”
“Ya banyak pokoknya.”
“Untuk apa?”
“Biar dia, dan mereka semua bisa mengapresiasi cinta saya dong.”
“Hahaha, kamu seperti kura-kura Nak.”
“Maksudnya?”
“Kamu berpendirian teguh, sabar, dan pantang menyerah. Tapi terlalu lambat.”
“Lalu?”
“Maaf, saya lagi males ngomong panjang lebar Nak. Ini sudah menjelang Maghrib. Kamu nonton The Last Kiss deh. Film itu juga menceritakan polemik orang-orang berusia 30 tahun.”
“Lho, darimana Madam tahu umur saya 30?”
“Tanpa kamu ngomong pun saya sudah tahu kalau hari ini kamu genap 30 tahun.”
*
“Lalu bagaimana?.”
“Kalau malam ini kamu bawakan dia seekor kura-kura kayaknya keren deh!”
“Keren bagaimana Madam?”
“Ya buat teman curhatnya kalau dia sedang kesepian. Kan keren..”
“Hmm..”
“Kamu kan nggak mungkin 24 jam bersamanya terus.”
“Hmm..”
“Kamu kan laki-laki ganteng yang melodramatik.”
“Hmm..”
“Bisa dipastikan perempuanmu itu juga melodramatik.”
“Hmm..”
“Lebih tepatnya lagi, cantik dan melodramatik.”
“Hmm..”
“Tapi asal kamu tahu, perempuan itu sudah terkena tiga kutukan!.”
“HAH?.”
“Yang pertama, dia dikutuk menjadi cantik sepanjang sejarah.”
“Hahaha..”
“Yang kedua, dia dikutuk menjadi lucu dan manja sepanjang sejarah.”
“Hahaha..”
“Yang ketiga…”
“Apa Madam?”
“Digila-gilai laki-laki yang lambatnya minta ampun.”
“Hahaha.. baik Madam. Saya akan menemuinya sekarang.”
“Ya, cepatlah. Daripada kamu ngoceh makin ngawur disini.”
“Terimakasih Madam.”
“Usahakan jangan terlambat!. Perempuan tidak suka itu.”
Aku hanya tersenyum, bagaimana mungkin tidak terlambat?. Semua sudah tahu kalau laki-laki memiliki nama tengah ‘TERLAMBAT’.
***
———-
*Dalam kepercayaan China, Kura-kura adalah lambang kebijaksanaan dan keseimbangan, yaitu bertemunya bumi dan surga. Tempurung atas kura-kura melambangkan surga, sedangkan tempurung bawahnya melambangkan bumi.
Filed under: Cerita | Leave a Comment
Kura-kura Terlambat
Dia tak hanya cantik, tapi juga unik dan sangat berkarakter. Bagaimana ya menjelaskannya?. Entah. Dari dulu aku kesulitan setengah mati kalau diminta menjelaskan hal semacam ini. Dia berbeda dengan perempuan kebanyakan. Selera musik, pola berpikir, film yang dia tonton, buku yang dia baca, cara berpakaian, hingga cara menghadapi pria haus cinta seperti aku ini. Semuanya beda!. Itulah yang membuat aku makin penasaran dengannya. Aku jatuh cinta lagi?. Tidak koq, sejauh ini hanya sekedar tertarik dan simpatik. Tapi kalau nantinya dia mau jadi pacarku, why not?. Hahaha..
Kemarin dia meneleponku. Dia bilang kalau ikannya mati. Hah?. Ikan?, memang seberapa penting arti seekor ikan buat dia?. Oh begini, ternyata selain unik dan berkarakter, dia juga tertutup banget. Menyimpan banyak masalah, sering tiba-tiba sedih tanpa alasan jelas, sering kangen tapi nggak mau ngomong jujur, dan nggak suka curhat ke sembarang orang. Makanya teman curhat yang paling baik baginya ya si ikan yang sekarang sudah almarhum itu.
“Ikan atau kura-kura ya?.”, tanyanya di telepon.
“Terserah kamu.”
“Kayaknya kura-kura kecil lucu juga deh.”
“Boleh.”
“Namanya?”
“Maksudnya?”
“Ntar kura-kuranya dikasih nama siapa?”
“Hahaha.., terserah kamu lah. Nanti malam aku kesana. Oke?”
“Bawa kura-kura?”
“Iya.”
“Jam berapa?”
“Hmm, jam 7an deh.”
“Jangan terlambat ya.”
“Sip.”
*
Ternyata aku terlambat 30 menit. Sekarang aku harus memacu motorku dengan kecepatan penuh agar tidak makin terlambat. Kura-kura kecil itu kutempatkan dalam aquarium yang sudah tersimpan dengan aman didalam tasku. Kamu diam disitu ya kura-kura kecil, sebentar lagi kamu akan berpindah tangan. Nanti kamu harus jadi teman yang baik lho untuk pujaan hatiku ini. Hahaha, sana ngomong sama kura-kura!..
Akhirnya aku sampai juga ke rumahnya. Eh, itu dia. Ternyata dia sudah menungguku di teras. Ah, semoga dia tidak marah atas keterlambatan ini.
“Kamu terlambat.”
“Maaf, kena macet.”
“Nggak jadi deh kura-kuranya!.”, katanya dengan muka cemberut yang membuatnya terlihat makin cantik.
“Aduh, jangan begitu dong.”
“Kamu terlambat sih.”
“Jalanan macet, kan aku sudah minta maaf.”
“Pokoknya aku nggak mau.”
Aku terdiam. Selain cantik, unik, berkarakter, tertutup, dan doyan ngomong sama ikan, ternyata dia juga hobi ngambek hanya gara-gara urusan kecil. Ah, aku makin jatuh cinta. Perempuan-perempuan tipe seperti inilah yang aku suka.
“Trus ngapain aku jauh-jauh bawa kura-kura ini kesini?”, lanjutku.
“Aku nggak butuh kura-kura lagi.”
“Lho, kenapa?”
“Sekarang sudah ada kamu di kolam hatiku.”
Damn!, kali ini aku tak bisa berkata apa-apa lagi untuk membalasnya.
Aw aw aw aw aw…..
***
Filed under: Cerita | Leave a Comment
Search
Recent Entries
Categories
- Artikel (6)
- Cerita (19)
- Review Film (3)
- Review Lagu (11)